Sunday, April 10, 2011

Jembatan AMPERA Kebanggaan Wong Kito

  

     Jembatan Ampera adalah jembatan yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Jembatan Ampera menghubungkan daerah 16 Ilir dan 7 Ulu yang dipisahkan Sungai Musi, dengan Struktur:
Panjang : 1.117 m  (bagian tengah 71,90 m)
Lebar : 22 m
Tinggi : 11.5 m dari permukaan air
Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah
Jarak antara menara : 75 m
Berat : 944 ton (sumber wikipedia)


     Jembatan Ampera mulai dibangun tahun 1962 dan selesai 1964, jembatan ini awalnya bernama Jembatan Bung Karno sebagai penghargaan karena pembangunannya atas persetujuan Presiden Republik Indonesia tercinta kita saat itu dengan biaya pembangunan yang berasal dari rampasan perang Jepang dan dengan ahli yang berasal dari negeri sakura itu juga. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat)

        Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas dengan peralatan mekanis dan dua bandul pemberat dikedua menaranya yang masing-masing beratnya 500 ton agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Namun Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya dan akhirnya tahun 1974 karena korosi karat sehingga bagian tengah itu tidak lagi dapat di fungsikan.

     Saat ini kondisi ampera sudah sangat tua, faktor usia dan dengan berbagai insiden yang terjadi seperti tiang jembatan yang ditabrak kapal pengangkut batubara yang melintas dibawahnya dan kebakaran yang terjadi pada oktober 2010 yang lalu, pengikisan tiang jembatan karena arus air sungai musi dikhawatirkan mengurangi umur dan kekuatan jembatan, ditambah lagi arus lalu lintas yang sangat padat tentu menambah beban jembatan dan mempengaruhi kekuatannya.
      jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar rp 850 juta dan selama riwayatnya warna Jembatan Ampera tiga kali berganti. Awal berdiri berwarna abu-abu. Tahun 1992 diganti kuning, tahun 2002 menjadi merah hingga sekarang. Keindahan jembatan ampera dapat dinikmati pada malam hari dimana di sepanjang jembatan dihiasi lampu-lampu yang dapat berganti warna. Indah? datang dan kunjungi Palembang.



5 comments:

  1. 1. Do me a favor, bukan favour...
    2. Postingan yg ini bagus, hehe

    ReplyDelete
  2. buakakakakkakaka, sori2 inggris britis mun kato tukul, hahahahahah

    ReplyDelete
  3. baw ooo alangkee baguuss nyooo...hahahha..asekk nak ke palembang pulek ikak...malak di uma..
    nice post mangg

    ReplyDelete
  4. suatu saat main ke sono ah..

    ReplyDelete
  5. ini yang motoin elo an? :D

    bayarin ane jalan2 ksana lah... pengen nyari cewk palembang nih... :D

    -poer-

    ReplyDelete

Do me a favor, leave comment